PANGANDARAN - Dalam rangka meningkatkan peran dan kapasitasnya sebagai garda terdepan sektor pertanian, Kelompok Tani (Poktan) Desa Sindangjaya, Kecamatan Mangunjaya, Kabupaten Pangandaran, menggelar kegiatan pembinaan gabungan yang berlangsung pada Rabu, 08 Juli 2026. Acara yang bertempat di Aula Desa Sindangjaya ini dihadiri oleh berbagai elemen penting, mulai dari Babinsa, anggota kelompok tani, hingga perwakilan dari pemerintah daerah dan militer.
Kegiatan pembinaan ini bertujuan untuk mengaktifkan kembali Poktan sebagai motor penggerak pertanian di wilayah Desa Sindangjaya. Diharapkan melalui pembinaan ini, para petani dapat memperoleh pengetahuan dan keterampilan baru yang dapat menunjang produktivitas dan kesejahteraan mereka.
Serka Dani Amir, Babinsa Desa Sindangjaya, menekankan pentingnya sinergi antara aparat kewilayahan dan kelompok tani. “Kami hadir di sini untuk memberikan dukungan penuh kepada para petani. Dengan pembinaan yang terarah, kami yakin potensi pertanian Desa Sindangjaya akan semakin terangkat, ” ujarnya. Dukungan serupa juga datang dari Kepala Desa Sindangjaya, Jamaludin. Ia menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan ini dan berharap para anggota Poktan dapat memanfaatkannya dengan sebaik-baiknya. “Ini adalah kesempatan emas bagi kita untuk belajar dan berkembang bersama. Mari kita jadikan diri kita lebih aktif dan inovatif dalam bertani, ” tutur Jamaludin.
Albani S.P, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dari Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Mangunjaya, turut memberikan pandangannya mengenai pentingnya pembinaan berkelanjutan. “Pembinaan ini diharapkan tidak hanya berhenti di sini, tetapi menjadi momentum untuk terus belajar dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi pertanian terkini, sehingga hasil panen kita semakin berkualitas dan kuantitasnya meningkat, ” jelas Albani.
Camat Mangunjaya, Agus Gumilar S.Sos M.Si, menggarisbawahi peran strategis sektor pertanian bagi perekonomian daerah. “Pertanian adalah tulang punggung ekonomi kita. Dengan kelompok tani yang kuat dan aktif, ketahanan pangan daerah akan semakin terjamin, ” tegas Agus Gumilar.
Dalam kesempatan tersebut, Lettu Inf. Agus Suryadi, Danramil 2506/Pangandaran, menyampaikan komitmen TNI dalam mendukung program-program pertanian. “Kami dari TNI AD siap bersinergi dan membantu dalam setiap kegiatan yang bertujuan untuk memajukan sektor pertanian. Babinsa sebagai ujung tombak di lapangan akan terus mendampingi para petani, ” kata Lettu Inf. Agus Suryadi.
Komandan Kodim 0625/Pangandaran, Letkol CZI Citra Kurniawan, S.Hub.Int., M.H.I., turut memberikan apresiasi atas inisiatif yang dilakukan di Desa Sindangjaya. “Ini adalah contoh nyata bagaimana kolaborasi antara pemerintah desa, penyuluh, dan aparat kewilayahan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat. Kami dari Kodim siap mendukung penuh program-program yang pro-rakyat, ” ungkap Letkol CZI Citra Kurniawan.
Puncak dukungan datang dari Komandan Korem 062/Tarumanagara, Kolonel Inf Dadi Sutandi, S.E., M.M. Beliau menyatakan bahwa kegiatan seperti ini sangat penting untuk menjaga semangat dan produktivitas para petani. “Kelompok tani yang aktif adalah aset bangsa. Dengan pembinaan yang tepat, mereka akan mampu menghadapi tantangan zaman dan berkontribusi besar bagi ketahanan pangan nasional, ” ujar Kolonel Inf Dadi Sutandi.
Dukungan tertinggi disampaikan oleh Pangdam III/Siliwangi, Mayor Jenderal TNI Kosasih, SE., MM. Ia menekankan bahwa pembinaan kelompok tani merupakan bagian integral dari upaya TNI dalam mendukung program ketahanan pangan nasional. “Kami dari Kodam III/Siliwangi akan terus mendorong dan mendukung setiap upaya peningkatan kapasitas petani. Mereka adalah pahlawan pangan kita, ” tegas Mayor Jenderal TNI Kosasih. Kegiatan pembinaan ini diharapkan dapat menjadi awal dari berbagai terobosan baru dalam dunia pertanian di Desa Sindangjaya, yang pada akhirnya akan membawa kesejahteraan bagi para petani dan kemajuan bagi Kabupaten Pangandaran.(PERS)

Hasanudin